Friday, April 29, 2022

Pentingnya IPS Dalam Program Pendidikan

No comments     
categories: 

Pentingnya IPS Dalam Program Pendidikan

Pada abad ke-20 ditandai dengan terjadinya perkembangan pesat pada berbagai bidang kehidupan, seperti timbulnya ledakan penduduk, ledakan ilmu pengetahuan, dan ledakan teknologi. Hal tersebut menimbulkan berbagai masalah di dalam masyarakat seperti:

  • Permasalahan yang menyangkut pengorganisasian antara lain di bidang pemerintahan, perundang-undangan, pendidikan, penyediaan keperluan hidup, kesehatan, dan kesejahteraan.
  • Ketegangan-ketegangan di dalam masyarakat baik dalam arti psikis maupun fisik (Misalnya keseimbangan lingkungan, polusi, dan masalah lalu lintas).
  • Masalah pertentangan dan kekaburan nilai.

Akibat dari hal-hal tersebut terjadi gejala kehilangan pandangan menyeluruh, timbulnya spesialisasi yang makin intensif di bidang ilmu pengetahuan, misalnya mengakibatkan ketidakpastian diri, terampas rasa identitas individu, kehilangan nilainilai sosial dan tujuan etis. Mata pelajaran IPS diperlukan sebagai:

  • Pengalaman hidup masa lampau dengan situasi sosialnya yang labil memerlukan masa depan yang mantap dan utuh sebagai suatu bangsa yang bulat.
  • Laju perkembangan kehidupan, teknologi, dan budaya Indonesia memerlukan kebijakan pendidikan yang seirama dengan laju itu.
  • Agar output persekolahan benar-benar lebih cocok dan sesuai serta bermanfaat.
  • Setiap orang akan dan harus terjun ke dalam kancah kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu perlu disiapkan ilmu khusus, yaitu IPS.

Pembelajaran IPS SD

Dilihat dari pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dimana dunia pendidikan selalu tertinggal dibandingkan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat, maka IPS diperlukan sebagai wadah ilmu pengetahuan yang mengharmoniskan laju perkembangan ilmu dan kehidupan dalam dunia pengajaran.

Sebab IPS mampu melakukan lompatan-lompatan ilmu secara konsepsional untuk kepentingan praktis kehidupan yang baru, sesuai dengan perkembangan jaman. IPS oleh para pendirinya secara sengaja diciptakan dan dibina ke arah menuntun generasi muda mampu hidup dalam alamnya (jaman dan lingkungannya) dengan bekal pengetahuan yang baru.

Karena IPS diarahkan demikian, maka susunan konsep-konsep dalam IPS sungguh sangat kompleks dan bervariasi dari berbagai cabang ilmu sosial. Tuntutan dan persoalan kehidupan praktis adalah buah dari lajunya pengetahuan dan teknologi yang menarik lajunya kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, IPS mau tak mau harus berorientasi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut.

Demikianlah sekedar gambaran yang melatarbelakangi eksistensinya pelajaran IPS di negara kita. Keberhasilan pengajaran sangat tergantung kepada ketepatan pilihan dan susunan dari konsep-konsep IPS, pendekatan, orientasi program dan pengajarannya serta tingkat inovatifnya para guru IPS itu sendiri.


Soal:
  1. Menurut Muriel Crosby, IPS merupakan studi yang memperhatikan pada bagaimana orang membangun kehidupan yang lebih baik bagi dirinya dan anggota keluarganya, bagaimana memecahkan masalah, bagaimana orang hidup bersama, bagaimana orang mengubah dan diubah oleh lingkungannya. Oleh karenanya, sebagai seorang guru kita harus tahu benar tentang tugas kita dalam mencapai tujuan tersebut kaitannya dalam pembelajaran IPS. Sebagai seorang guru SD, langkah apa saja kiranya yang akan anda lakukan setelah mengetahui pengertian dan tujuan IPS menurut Muriel Crosby tersebut?
  2. Jika kita melihat sejarah kurikulum IPS dari masa ke masa sering mengalami perubahan fokus dan tujuannya. Pada masa Orde lama atau selang beberapa waktu setelah kemerdekaan Republik Indonesia, Kurikulum IPS berfokus pada bagaimana mempertahankan keutuhan bangsa den Negara serta bagaimana menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi. Untuk saat sekarang ini, yang seharusnya menjadi fokus dalam pembelajaran IPS menurut pandangan anda ialah? Jelaskan mengapa!
  3. Pembelajaran IPS meliputi 4 Dimensi yakni Dimensi Pengetahuan (Knowledge), Keterampilan (skill), Nilai dan Sikap (value and attitude), serta Tindakan (action). Jelaskan masing-masing dimensi tersebut! Sebagai seorang guru SD, bagaimana anda menerapkan atau mengajarkan masing-masing dimensi tersebut dalam pembelajaran IPS di SD? 
  4. Hampir semua mata pelajaran memiliki problematikanya masing-masing baik dari sudut pandang guru ataupun peserta didik, begitu pula dalam pembelajaran IPS. Jelaskan secara detail beberapa problematika yang anda jumpai dalam pembelajaran IPS beserta solusi apa yang kiranya dapat anda tawarkan sebagai seorang guru SD! 
  5. Isu-isu yang berkaitan dengan sosial budaya tidak dapat kita hindari dalam kehidupan bermasyarakat. Semuanya harus kita hadapi dengan pola berpikir kritis yang berlandaskan ilmu pengetahuan. Sebutkan salah satu isu sosial budaya yang ada di lingkungan anda dan berikan solusinya! Jelaskan pula bagaimana anda sebagai seorang guru SD mengemas isu-isu tersebut ke dalam pembelajaran IPS di SD agar mampu menjadi pelajaran bagi peserta didik demi kehidupan yang lebih baik di masa mendatang!

UPLOAD jawaban anda → DI SINI

Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar

No comments     
categories: 

PEMBELAJARAN PKN DI SEKOLAH DASAR

Kemana arah pengembangan PKn di Indonesia?

Hal itu tergantung dari aspek ontologi darimana kita berangkat, dengan metode kerja epistemologi dimana pengetahuan itu dibangun, dan untuk arah tujuan aksiologis dimana kegiatan itu akan membawa Implikasi.  Bagi negara kita, Indonesia, arah pengembangan PKn tidak boleh keluar dari landasan ideologis Pancasila, landasan konstitusional UUD 1945, dan landasan operasional Undang-undang Sisdiknas yang berlaku saat ini, yakni UU Nomor 20 tahun 2003.

Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar
Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar

Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar

Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan salah satu bentuk dari domain kurikuler PKn. Sesuai dengan namanya,  PKn merupakan mata pelajaran dalam kurikulum SD/MI. Sebagai mata kuliah dalam program pendidikan tenaga kependidikan, PKn mempunyai misi  sebagai pendidikan nilai Pancasila dan pendidikan kewarganegaraan dan sebaga “subject-specific pedagogy” atau pembelajaran materi subjek untuk guru PKn. Sebagai mata pelajaran di Sekolah Dasar, PKn mempunyai misi sebagai pendidikan nilai Pancasila dan kewarganegaraan untuk warga negara muda usia SD/MI.  Secara ontologis, mata pelajaran ini berangkat dari nilai-nilai Pancasila dan konsepsi kewarganegaraan.  Secara epistemologis,  mata pelajaran ini merupakan program pengembangan individu, dan secara aksiologis mata pelajaran ini bertujuan untuk pendewasaan peserta didik sebagai anggota masyarakat, warga negara, dan komponen bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, kita harus paham benar Target dan Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan Bagi Peserta Didik dan Masyarakat. Karakteristik kurikulum PKn yang perlu dikembangkan dalam Kurikulum dalam sistem pendidikan Indonesia hendaknya untuk mencapai target hingga terjadinya artikulasi proses “belajar tentang, melalui proses, dan untuk menumbuhkan demokrasi konstitusional Indonesia sesuai dengan UUD NRI 1945”, yang secara konseptual diadaptasi dari konsep “learning about, throught, and for democracy” (CIVITAS: 1996, 2001; Kerr:1996; Winataputra, 2001). Secara umum pembelajaran PKn pada tingkat Sekolah Dasar adalah pengembangan kualitas warga negara secara utuh sebagaimana pernah diuraikan dalam naskah akademik Alur Pikir Pengembangan Kurikulum SD/MI (Ditnaga Dikti, 2005) dalam aspek-aspek:

  • kemelek-wacanaan kewarganegaraan (civic literacy), yakni pemahaman peserta didik sebagai warga negara tentang hak dan kewajiban warga negara dalam kehidupan demokrasi konstitusional Indonesia serta menyesuaikan perilakunya dengan pemahaman dan kesadaran itu;
  • komunikasi sosial kultural kewarganegaraan (civic engagement), yakni kemauan  dan kemampuan peserta didik sebagai warga negara untuk melibatkan diri dalam komunikasi sosial-kultural sesuai dengan hak dan kewajibannya;
  • pemecahan masalah kewarganegaraan (civic skill and participation), yakni kemauan, kemampuan, dan keterampilan peserta didik sebagai warga negara dalam mengambil prakarsa dan/atau turut serta dalam pemecahan masalah sosial-kultur kewarganegaraan di lingkungannya;
  • penalaran kewarganegaraan (civic knowledge), yakni kemampuan peserta didik sebagai warga negara untuk berpikir secara kritis dan bertanggungjawab tentang ide, instrumentasi, dan praksis demokrasi konstitusional Indonesia;
  • partisipasi kewarganegaraan secara bertanggung jawab (civic participation and civic responsibility), yakni kesadaran dan kesiapan peserta didik sebagai warga Negara untuk berpartisipasi aktif dan penuh tanggung jawab dalam berkehidupan demokrasi konstitusional.

PKn untuk persekolahan sangat erat kaitannya dengan dua disiplin ilmu yang erat dengan kenegaraan, yakni Ilmu Politik dan Hukum yang terintegrasi dengan humaniora  dan dimensi keilmuan lainnya yang dikemas secara ilmiah dan pedagogis untuk  kepentingan pembelajaran di sekolah. PKn di tingkat persekolahan bertujuan untuk mempersiapkan para peserta didik sebagai warga negara yang cerdas dan baik (to be smart dan good citizen).  Warga negara yang dimaksud adalah warga negara yang menguasai pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), sikap dan nilai (attitudes and values) yang dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air.

Source: Sapriya. (2012). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta Pusat: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI


Soal:

  1. Mengapa anak usia SD harus mulai belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan? Jelaskan berdasarkan sudut pandang anda sebagai seorang guru SD!
  2. Merujuk dari pengertian dan tujuan pembelajaran PKn itu sendiri bahwa peserta didik diharapkan nantinya akan menjadi warga negara yang cerdas dan juga baik dalam hal ini memiliki etika dan moral yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945, maka tugas seorang guru sudah jelas yang salah satu tugasnya adalah menjadi pembimbing mereka agar mampu memahami makna dari pembelajaran PKn itu sendiri. Memaknai nilai Pancasila merupakan suatu hal yang sesegera mungkin harus ditanamkan pada diri peserta didik sebagai landasan pembentukan karakter, etika, dan moral mereka. Seperti yang kita ketahui bahwa nilai pancasila tersebut dibedakan menjadi 3 kelompok. Jelaskan dan berikan contohnya!
  3. Perkembangan teknologi di era global seperti sekarang ini membawa dampak yang beraneka ragam baik positif ataupun negatifnya. Sebagai seorang yang terpelajar kita harus bijak dalam memanfaatkan media sosial. Bijak disini dalam artian kita harus memfilterisasi segala macam informasi yang kiranya tidak bermanfaat atau bahkan merugikan diri kita sendiri (hate speech, bullying, pornography, etc). Beberapa dampak terparah dari kemajuan teknologi tersebut ialah hancurnya etika dan moral bangsa yang tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Bagaimana pendapat anda tentang moral bangsa saat sekarang ini? Apakah pendidikan moral itu penting?
  4. Tragedi Poso, Gerakan Aceh Merdeka, dan munculnya gerakan sparatis Papua Merdeka, adalah rentetan konflik pecah belah bangsa. Banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari peristiwa-peristiwa tersebut bahwa kita harus lebih merapatkan barisan demi memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Sebagain seorang guru Sekolah Dasar, bagaimana cara anda menyampaikan isu tersebut di dalam kelas kaitannya dengan Wawasan Kebangsaan dalam pembelajaran PKn di SD?
  5. Yogyakarta merupakan daerah otonomi istimewa yang ada di Indonesia karena dapat kita lihat dari latar belakang sejarahnya yang dimana daerah tersebut memiliki jasa besar dalam pertahanan keutuhan Indonesia di masa lampau. Otonomi daerah dalam bidang pendidikan pun terasa begitu kental yang dimana dalam hal ini menonjolkan potensi budaya dan pariwisata yang ada di daerah tersebut. Bagaimana dengan daerah anda?


UPLOAD jawaban anda → DI SINI